Oleh: Surya Darma (Sarjana Kimia & Pimpinan CV Surya Computer)
Fenomena gempa yang mengguncang Metro kemarin menyisakan teka-teki geologi yang menarik di wilayah Metro Selatan. Di balik getarannya, terdengar suara “bung” yang menggema—sebuah fenomena akustik tanah yang mengindikasikan adanya rongga atau akumulasi gas di bawah permukaan.
Sebagai praktisi kimia, saya melihat ada korelasi kuat antara akustik tanah dengan keberadaan fluida atau gas.
Prinsipnya sederhana: mirip dengan cara kita mendeteksi letak pembuangan WC (septik tank); jika tanah dipukul-pukul dan menghasilkan bunyi “bung”, di situlah letak rongganya. Perbedaan densitas menghasilkan resonansi suara yang berbeda.
Rahasia yang Terpendam 10 Tahun
Hal ini mengingatkan saya pada kejadian 10 tahun lalu. Saat itu, ada seseorang yang menservis laptop di tempat kami dan mengaku dari pihak Migas.
Beliau menyatakan secara rahasia bahwa ada indikasi kuat sumber gas alam di bawah tanah Metro Selatan. Pesannya saat itu jelas: “Jangan sampai tersebar, nanti banyak orang rebutan beli sawahnya.”
Jika getaran gempa kemarin benar-benar “membangunkan” resonansi dari kantong gas tersebut, maka ini adalah sinyal besar bagi masa depan ekonomi kota kita.
Berkah Bagi Walikota dan Warga
Jika potensi ini terbukti melalui kajian geofisika lebih lanjut, Walikota Metro dan jajarannya berada di posisi yang sangat diuntungkan. Metro bukan lagi sekadar kota pendidikan, tapi calon lumbung energi baru di Lampung. Penjualan gas alam akan mendongkrak PAD secara signifikan, menciptakan lapangan kerja, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga.
Saatnya kita mendorong pemerintah untuk melakukan survei seismik formal demi membuktikan berkah tersembunyi ini!
